ADES Siap Guncang Pasar Permen Jelly, Tantang Dominasi YUPI dan Mayora dengan Investasi Rp46 Miliar!
panaindustrial – PT Akasha Wira International Tbk (ADES), emiten yang selama ini dikenal melalui bisnis air minum dalam kemasan dan produk perawatan kecantikan, resmi mengumumkan langkah ekspansi ke industri kembang gula. Perseroan berencana memproduksi permen jelly (gummy) sebagai bagian dari strategi diversifikasi bisnis dan pengembangan portofolio produk jangka panjang. Langkah ini dinilai cukup mengejutkan karena membawa ADES masuk ke pasar yang selama ini didominasi oleh pemain besar seperti YUPI dan Mayora.
Masuknya ADES ke industri permen jelly menjadi salah satu aksi korporasi yang paling menarik perhatian pasar pada 2026. Selain karena berbeda dari bisnis inti perusahaan saat ini, ekspansi tersebut juga menunjukkan bagaimana perusahaan barang konsumsi mulai mencari sumber pertumbuhan baru di tengah persaingan industri yang semakin ketat.
Diversifikasi Bisnis Jadi Strategi Pertumbuhan Baru
Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen ADES menjelaskan bahwa perusahaan akan menambah kegiatan usaha di bidang industri kembang gula melalui KBLI 10734. Klasifikasi usaha ini mencakup produksi berbagai jenis permen seperti kembang gula keras, lunak, karamel, nougat, marshmallow, hingga gummy atau permen jelly.
Fokus utama ADES adalah mengembangkan produk indulgent gummy, yaitu permen jelly yang menonjolkan pengalaman rasa, tekstur, dan inovasi produk yang menarik bagi konsumen muda. Selain itu, perusahaan juga membuka peluang masuk ke segmen functional gummy, yakni produk gummy yang mengandung manfaat tambahan seperti vitamin, mineral, atau suplemen kesehatan.
Manajemen menilai langkah ini sejalan dengan strategi perusahaan untuk memperluas sumber pendapatan di luar bisnis utama yang selama ini berasal dari sektor minuman dan produk kecantikan. Dengan memanfaatkan jaringan distribusi yang telah dimiliki, ADES berharap mampu mempercepat penetrasi pasar ketika produk permen jelly mulai dipasarkan.
Investasi Rp46,21 Miliar untuk Produksi Gummy
Untuk mendukung ekspansi tersebut, ADES telah menyiapkan investasi sekitar Rp46,21 miliar. Dana ini akan digunakan untuk pengadaan lahan, bangunan, mesin produksi, serta berbagai kebutuhan operasional yang mendukung lini bisnis baru perusahaan. Seluruh investasi tersebut direncanakan berasal dari kas internal perusahaan sehingga tidak menambah beban utang.
Berdasarkan studi kelayakan yang disampaikan perusahaan, proyek ini dinilai layak secara teknis maupun finansial. Bahkan, proyeksi bisnis menunjukkan potensi pertumbuhan yang cukup menjanjikan dalam beberapa tahun ke depan.
Langkah ini memperlihatkan kepercayaan diri manajemen terhadap prospek industri gummy di Indonesia yang masih memiliki ruang pertumbuhan besar, baik dari sisi volume maupun nilai pasar.
Mengincar Pasar Gummy yang Bernilai Triliunan Rupiah
Salah satu alasan utama ADES masuk ke bisnis permen jelly adalah besarnya potensi pasar yang tersedia. Berdasarkan estimasi yang digunakan perusahaan, nilai pasar gummy di Indonesia pada 2026 diperkirakan mencapai US$850 juta hingga US$950 juta. Jika dikonversikan ke rupiah dengan kurs saat ini, nilainya dapat mencapai lebih dari Rp13 triliun hingga Rp15 triliun.
Selain besar, pasar ini juga terus tumbuh setiap tahun. Segmen permen gummy konvensional diperkirakan tumbuh sekitar 4%–5% per tahun, sedangkan kategori functional gummy berkembang lebih cepat seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan gaya hidup praktis.
Tren tersebut membuat banyak perusahaan makanan dan minuman mulai melirik kategori gummy sebagai salah satu segmen dengan pertumbuhan paling menarik di industri makanan ringan.
Data Rencana Ekspansi ADES ke Bisnis Permen Jelly
| Keterangan | Data |
|---|---|
| Perusahaan | PT Akasha Wira International Tbk (ADES) |
| Bisnis Baru | Permen Jelly (Gummy) |
| KBLI | 10734 – Industri Kembang Gula |
| Fokus Produk | Indulgent Gummy dan Functional Gummy |
| Nilai Investasi | Rp46,21 Miliar |
| Sumber Dana | Kas Internal |
| Target Konsumen | Usia 6–35 Tahun |
| Potensi Pasar Nasional | US$850–950 Juta |
| Proyeksi Pendapatan 2026 | Rp41,7 Miliar |
| Proyeksi Pendapatan 2030 | Rp335,3 Miliar |
| Kebutuhan SDM Baru | 63 Orang |
| Kompetitor Utama | YUPI, Mayora, Amos Food Group |
Tantangan Besar: Hadapi Pemain yang Sudah Mengakar
Meski peluang pasarnya besar, jalan ADES tidak akan mudah. Industri permen jelly di Indonesia telah dikuasai oleh sejumlah perusahaan besar yang memiliki jaringan distribusi luas dan merek yang kuat di benak konsumen.
Beberapa nama yang disebut sebagai kompetitor utama antara lain PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), Amos Food Group, dan PT Ranjani Jaya Lestari. Perusahaan-perusahaan tersebut telah lebih dulu membangun pangsa pasar dan memiliki portofolio produk yang sangat beragam.
Namun demikian, ADES memiliki modal penting berupa pengalaman panjang di sektor barang konsumsi serta jaringan distribusi yang telah terbentuk selama bertahun-tahun. Faktor ini diyakini dapat membantu perusahaan mempercepat penetrasi pasar ketika produk gummy resmi diluncurkan.
Strategi Menarik Konsumen Muda
Dalam dokumen perusahaan, ADES menyebut bahwa target utama produk gummy mereka adalah konsumen berusia 6 hingga 35 tahun, terutama masyarakat urban yang aktif menggunakan media digital dan memiliki ketertarikan terhadap produk baru.
Untuk menjangkau pasar tersebut, perusahaan berencana mengandalkan kombinasi strategi pemasaran digital, media sosial, influencer, promosi ritel, serta distribusi omnichannel yang menggabungkan penjualan online dan offline.
Pendekatan ini dinilai relevan karena konsumen permen jelly saat ini tidak hanya mencari rasa yang enak, tetapi juga kemasan menarik, pengalaman konsumsi yang unik, dan nilai tambah tertentu seperti kandungan vitamin atau bahan yang lebih sehat.
Prospek Keuangan Dinilai Menjanjikan
Hasil studi kelayakan yang dipublikasikan perusahaan menunjukkan bahwa bisnis baru ini memiliki prospek finansial yang cukup menarik. Beberapa proyeksi menunjukkan rata-rata Net Profit Margin (NPM) mencapai sekitar 25,17% dan Return on Equity (ROE) sekitar 18,92% pada periode 2026–2030.
Selain itu, proyek ekspansi ini juga diproyeksikan mampu memberikan kontribusi pendapatan yang signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Pendapatan dari bisnis gummy diperkirakan mencapai sekitar Rp41,7 miliar pada tahun pertama operasional dan meningkat hingga lebih dari Rp335 miliar pada 2030.
Angka tersebut menunjukkan bahwa manajemen tidak melihat bisnis gummy sebagai proyek sampingan, melainkan sebagai salah satu pilar pertumbuhan baru perusahaan dalam jangka panjang.
Momentum Baru bagi ADES

Bagi investor, langkah ADES masuk ke bisnis permen jelly dapat menjadi sinyal transformasi perusahaan menuju model bisnis yang lebih terdiversifikasi. Selama ini ADES dikenal melalui produk air minum dan perawatan rambut. Kehadiran lini produk baru dapat mengurangi ketergantungan terhadap satu sektor usaha sekaligus membuka peluang pertumbuhan yang lebih luas.
Di sisi lain, keberhasilan ekspansi ini akan sangat bergantung pada kemampuan perusahaan membangun merek baru, menciptakan diferensiasi produk, serta memenangkan persaingan melawan pemain yang sudah mapan.
Apabila strategi pemasaran, distribusi, dan inovasi produk berjalan sesuai rencana, bukan tidak mungkin ADES dapat menjadi salah satu pemain baru yang diperhitungkan di industri gummy nasional dalam beberapa tahun mendatang.
Rencana ADES memproduksi permen jelly menjadi salah satu langkah ekspansi paling ambisius perusahaan dalam beberapa tahun terakhir. Dengan investasi lebih dari Rp46 miliar dan target pasar yang bernilai hingga ratusan juta dolar AS, perusahaan menunjukkan keseriusannya untuk masuk ke industri kembang gula.
Meski harus menghadapi dominasi pemain besar seperti YUPI dan Mayora, ADES memiliki sejumlah keunggulan berupa jaringan distribusi, pengalaman di sektor FMCG, serta kemampuan finansial yang cukup kuat. Kini pasar menunggu bagaimana perusahaan menerjemahkan rencana tersebut menjadi produk yang mampu menarik hati konsumen Indonesia.
Referensi
- IDX Channel – Akasha Wira (ADES) Berencana Diversifikasi Lini Bisnis Produk Permen Jelly
- SWA – Akasha Wira International (ADES) Pacu Diversifikasi Usaha, Berencana Menambah Lini Usaha Permen Jelly
- BCA Sekuritas – Ekspansi Bisnis, ADES Berencana Masuk ke Industri Permen Gummy
- IPOT News – ADES Ekspansi ke Bisnis Permen Gummy, Siapkan Investasi Rp46,21 Miliar
- Inikata – ADES Siap Produksi Permen Jelly, Tantang Dominasi Mayora dan YUPI
- PintarSaham – ADES Ekspansi ke Industri Permen Gummy, Siapkan RUPSLB Juni 2026