PT Freeport Indonesia Tanam 50.000 Bibit Mangrove di Manyar, Perkuat Pelestarian Ekosistem Pesisir Gresik
4 mins read

PT Freeport Indonesia Tanam 50.000 Bibit Mangrove di Manyar, Perkuat Pelestarian Ekosistem Pesisir Gresik

panaindustrial – PT Freeport Indonesia (PTFI) kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui program penanaman 50.000 bibit mangrove di kawasan pesisir Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Kegiatan yang berlangsung di sekitar area operasi Smelter PTFI di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik ini menjadi bagian dari upaya mendukung Program Nasional Percepatan Rehabilitasi Mangrove sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.

Program konservasi tersebut dilaksanakan secara bertahap sejak September 2024 hingga Februari 2025 dan melibatkan berbagai pihak, termasuk Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik serta Wahana Edukasi Harapan Alam Semesta (Wehasta). Melalui kolaborasi ini, PTFI berupaya menciptakan dampak lingkungan yang berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Komitmen Lingkungan di Kawasan Pesisir Gresik

Mangrove memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir. Selain berfungsi sebagai benteng alami yang melindungi daratan dari abrasi dan gelombang laut, hutan mangrove juga menjadi habitat penting bagi berbagai spesies flora dan fauna. Tidak hanya itu, mangrove berkontribusi dalam menyerap karbon, memperbaiki kualitas udara, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

Vice President Business Process Smelting & Refining Smelter PTFI, Aripin Buman, menjelaskan bahwa program penanaman bibit mangrove ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung rehabilitasi dan restorasi ekosistem mangrove di Indonesia. Menurutnya, sebanyak 50.000 bibit mangrove telah ditanam secara bertahap selama enam bulan sebagai bentuk kontribusi nyata perusahaan terhadap pelestarian lingkungan.

Penanaman Dilakukan di Lima Desa

Program penanaman mangrove PTFI tidak hanya berfokus pada satu lokasi. Penanaman dilakukan di sejumlah desa pesisir di Kabupaten Gresik dengan total area mencapai sekitar lima hektare. Distribusi bibit mangrove dilakukan sebagai berikut:

Lokasi PenanamanJumlah Bibit Mangrove
Desa Tajungwidoro15.000
Desa Banyuwangi10.000
Desa Bedanten10.000
Desa Manyar Sidomukti3.000
Desa Karangrejo12.000
Total50.000

Program ini dimulai di Desa Tajungwidoro pada September 2024 dan berakhir di Desa Karangrejo, Kecamatan Manyar, pada Februari 2025.

Penutupan Program di Desa Karangrejo, Manyar

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, PTFI menanam 2.000 bibit mangrove di Desa Karangrejo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik pada 22 Februari 2025. Kegiatan tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2025 dan melibatkan ratusan peserta dari berbagai kalangan.

Selain penanaman mangrove, acara juga diisi dengan kegiatan edukatif dan sosial, seperti:

  • Plogging Fun atau jalan sehat sambil memungut sampah.
  • Edukasi pengelolaan sampah untuk siswa sekolah dasar.
  • Employee Volunteer Program yang melibatkan karyawan Smelter PTFI.
  • Kampanye kesadaran lingkungan bagi masyarakat sekitar.

Sebanyak 122 siswa sekolah dasar dari Desa Karangrejo dan sekitar 100 karyawan Smelter PTFI ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Kehadiran para peserta menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan memerlukan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah atau perusahaan.

Manfaat Mangrove bagi Lingkungan dan Masyarakat

Bibit Mangrove

Penanaman mangrove memiliki manfaat yang sangat luas, baik dari sisi lingkungan maupun sosial ekonomi. Berikut beberapa manfaat utama keberadaan hutan mangrove:

ManfaatDampak
Mencegah abrasiMelindungi garis pantai dari erosi
Habitat satwaMenjadi tempat hidup berbagai spesies ikan dan burung
Penyerap karbonMembantu mengurangi emisi gas rumah kaca
Perbaikan kualitas udaraMenyerap polutan dan menghasilkan oksigen
Dukungan ekonomiMendukung sektor perikanan dan wisata pesisir

Melalui program ini, PTFI berharap dapat membantu meningkatkan ketahanan kawasan pesisir terhadap dampak perubahan iklim sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat setempat.

Dampak Positif bagi Warga Sekitar

Program penanaman mangrove juga mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar. Warga menilai kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui keterlibatan masyarakat dalam proses konservasi dan perawatan mangrove.

Selain membantu mencegah abrasi yang dapat mengancam wilayah pesisir, program ini turut menciptakan lapangan pekerjaan dan tambahan pendapatan bagi sebagian warga yang terlibat dalam kegiatan konservasi. Kehadiran hutan mangrove yang sehat juga berpotensi meningkatkan produktivitas sektor perikanan dan budidaya pesisir dalam jangka panjang.

Mendukung Program Nasional Rehabilitasi Mangrove

Pemerintah Indonesia terus mendorong rehabilitasi mangrove sebagai bagian dari strategi menghadapi perubahan iklim dan menjaga ketahanan wilayah pesisir. Dalam konteks tersebut, langkah PTFI dinilai sejalan dengan target nasional untuk memperluas area rehabilitasi mangrove di berbagai daerah.

Melalui penanaman 50.000 bibit mangrove di kawasan Gresik, perusahaan tidak hanya menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan, tetapi juga berkontribusi terhadap agenda pembangunan berkelanjutan yang menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Program penanaman 50.000 bibit mangrove oleh PT Freeport Indonesia di kawasan pesisir Gresik, termasuk Kecamatan Manyar, menjadi bukti nyata komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Selain mendukung Program Nasional Percepatan Rehabilitasi Mangrove, kegiatan ini memberikan manfaat langsung bagi ekosistem pesisir dan masyarakat sekitar.

Dengan melibatkan pemerintah daerah, organisasi lingkungan, pelajar, serta karyawan perusahaan, program ini menunjukkan bahwa upaya pelestarian lingkungan akan lebih efektif ketika dilakukan secara kolaboratif. Ke depan, keberadaan puluhan ribu mangrove yang telah ditanam diharapkan mampu menjadi benteng alami pesisir Gresik sekaligus memberikan manfaat ekologis dan ekonomi yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.