
20 Tahun Manufacturing Surabaya, Kini Jadi Hub Industri Timur Indonesia
Ringkasan: Pameran Manufacturing Surabaya memasuki penyelenggaraan ke-20 pada 15–18 Juli 2026, mengusung tema “New Industrial Hub di Timur Indonesia”. Di baliknya ada data konkret: industri pengolahan menyumbang 19,07% PDB nasional pada Triwulan I 2026, dan kawasan industri seperti JIIPE Gresik menargetkan investasi Rp83,2 triliun dari 183 perusahaan.
Apa Itu Manufacturing Surabaya dan Kaitannya dengan Hub Industri Timur Indonesia?

Manufacturing Surabaya adalah pameran industri manufaktur yang diselenggarakan PT Pamerindo Indonesia sejak dua dekade lalu. Pada 2026, pameran ini memasuki penyelenggaraan ke-20 dengan tema “New Industrial Hub di Timur Indonesia”. Pameran ini bukan sekadar etalase produk, melainkan penanda posisi Surabaya dan Jawa Timur sebagai simpul manufaktur yang menopang pertumbuhan industri di kawasan timur Indonesia.
Mengapa Surabaya Jadi Hub Industri Timur Indonesia di 2026?

Klaim ini tidak berdiri sendiri. Badan Pusat Statistik melaporkan ekonomi Indonesia pada Triwulan I 2026 tumbuh 5,61% secara tahunan, dan industri pengolahan kembali jadi sektor dengan kontribusi terbesar terhadap PDB yaitu 19,07%, dengan pertumbuhan sektor 5,04% year on year. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyebut pertumbuhan industri pengolahan ini didorong oleh meningkatnya permintaan dari dalam negeri maupun luar negeri.
Di level provinsi, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menegaskan penguatan posisi Jawa Timur sebagai basis manufaktur Indonesia dan Asia Tenggara saat membuka Manufacturing Surabaya 2026 di Grand City Convex. Menurutnya, penguatan itu perlu ditopang inovasi, pemanfaatan teknologi, efisiensi energi, dan kolaborasi lintas sektor.
Skala pameran tahun ini turut mencerminkan momentum tersebut. Manufacturing Surabaya 2026 menghadirkan lebih dari 150 peserta pameran dari 17 negara di area seluas 7.887 meter persegi, dengan target pengunjung naik 25% dari tahun sebelumnya menjadi lebih dari 9.000 orang, didukung eksibitor seperti Gardner Denver, Sodick, dan Trakindo Indonesia.
Kawasan Industri yang Menopang Status Hub Timur Indonesia

Status Surabaya sebagai hub tidak lepas dari jaringan kawasan industri di sekitarnya, terutama di Gresik. Berikut kawasan-kawasan utama beserta data yang terverifikasi dari sumber resmi:
| Kawasan Industri | Lokasi | Luas Area | Catatan |
|---|---|---|---|
| JIIPE (Java Integrated Industrial and Port Estate) | Gresik | 3.000 ha (1.761 ha kawasan industri, 400 ha pelabuhan, 800 ha perumahan) | Kawasan industri terintegrasi pertama di Indonesia dengan pelabuhan laut dalam; berstatus Kawasan Ekonomi Khusus sejak 2021 |
| Kawasan Industri Gresik (KIG) | Gresik | 140 ha | Berlokasi di Jalan Tridharma Gresik |
| Kawasan Industri Tuban (KIT) | Tuban | 233 ha | Di bawah naungan PT KIG, di Jalan Raya Tuban-Semarang KM 22 |
| Ngoro Industrial Park (NIP) | Mojokerto | 500 ha | Berada di lereng Gunung Penanggungan |
Skala investasi di JIIPE saja cukup besar: Kementerian Perindustrian menargetkan kawasan ini menampung 183 industri dari berbagai sektor dengan potensi serapan investasi Rp83,2 triliun, dan hingga pelaporan terakhir delapan perusahaan sudah berinvestasi di sana. Ekspansi tidak berhenti di Gresik — Jawa Timur memiliki potensi lahan kawasan industri seluas 31.784 hektare yang terus dikembangkan untuk mengakomodasi kebutuhan investasi manufaktur.
Konteks Nasional: Manufaktur sebagai Motor Ekonomi

Posisi Surabaya sebagai hub timur perlu dibaca dalam konteks nasional. Struktur ekonomi Indonesia pada Triwulan I 2026 masih didominasi sektor industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi, dan pertambangan, dengan industri pengolahan tetap memegang porsi terbesar terhadap PDB. Di luar itu, sektor perdagangan besar dan eceran tumbuh 6,26% dan sektor konstruksi tumbuh 5,49% secara tahunan pada periode yang sama — dua sektor yang berkaitan erat dengan aktivitas industri manufaktur di daerah.
Perkembangan ini sejalan dengan tema besar Manufacturing Surabaya 2026. Menurut Portfolio Director PT Pamerindo Indonesia Meysia Stephannie, momentum ini membutuhkan peningkatan kompetensi sumber daya manusia, adopsi teknologi, penguatan produktivitas, serta kolaborasi lebih erat di seluruh rantai pasok industri agar potensi kawasan timur Indonesia benar-benar terwujud.
Apa yang Baru di Manufacturing Surabaya 2026

Menandai 20 tahun penyelenggaraan, pameran ini memperluas cakupannya. Dua pameran baru diperkenalkan tahun ini, yaitu Indonesia Energy Week Surabaya dan Growtech Indonesia, memperluas integrasi dari sekadar manufaktur menjadi tiga sektor makro sekaligus: manufaktur, energi, dan agrikultur. Pameran ini digelar bersama Machine Tool Surabaya, Tools & Hardware Surabaya, serta Industrial Automation & Logistics Surabaya.
- Perluasan sektor: dari fokus manufaktur murni ke integrasi manufaktur, energi, dan agrikultur.
- Perluasan skala: peserta dari 17 negara, area pameran mendekati 8.000 meter persegi.
- Perluasan target: proyeksi pengunjung naik seperlima lebih dari edisi sebelumnya.
Baca Juga Pabrik Perakitan Mobil Listrik AION di Karawang ayo Intip Proses Produksinya
FAQ — 20 Tahun Manufacturing Surabaya
Apa itu Manufacturing Surabaya?
Manufacturing Surabaya adalah pameran industri manufaktur tahunan yang digelar PT Pamerindo Indonesia di Surabaya. Pada 2026, pameran ini memasuki edisi ke-20 dengan tema “New Industrial Hub di Timur Indonesia”.
Mengapa Surabaya disebut hub industri Timur Indonesia?
Karena kombinasi kontribusi industri pengolahan yang besar terhadap PDB nasional, kepadatan kawasan industri terintegrasi seperti JIIPE di Gresik, dan posisi geografis Jawa Timur sebagai simpul logistik ke kawasan timur Indonesia.
Kapan dan di mana Manufacturing Surabaya 2026 digelar?
Pameran berlangsung 15–18 Juli 2026 di Grand City Convention & Exhibition Center (Convex), Surabaya.
Data dan statistik pada artikel ini bersumber dari BPS, Kementerian Perindustrian, PT Pamerindo Indonesia, dan pengelola kawasan industri JIIPE


