
Baterai Teknologi Baru CATL Tembus 1.000 Km, Mobil Listrik Kini Bisa Melaju Lebih Jauh dalam Sekali Cas
panaindustrial – Perjalanan jauh menggunakan mobil listrik selama ini sering diikuti satu pertanyaan sederhana: apakah baterainya cukup sampai tujuan? Kekhawatiran mencari stasiun pengisian daya di tengah perjalanan masih menjadi pertimbangan banyak orang sebelum beralih dari mobil berbahan bakar bensin.
Namun, perkembangan teknologi baterai mulai mengubah situasi tersebut. Produsen baterai asal Tiongkok, Contemporary Amperex Technology Co. Limited atau CATL, terus menghadirkan inovasi yang memungkinkan mobil listrik menempuh jarak semakin jauh tanpa perlu sering berhenti untuk mengisi daya.
Salah satu pencapaian pentingnya adalah baterai Shenxing PLUS yang diperkenalkan pada April 2024 dengan klaim jarak tempuh lebih dari 1.000 kilometer dalam sekali pengisian. Teknologi ini menggunakan kimia lithium iron phosphate atau LFP, jenis baterai yang dikenal memiliki karakteristik stabil dan banyak digunakan pada kendaraan listrik.
Perkembangannya tidak berhenti di sana. Pada April 2026, CATL kembali memperkenalkan baterai Qilin generasi ketiga yang diklaim mampu mendukung jarak tempuh 1.000 kilometer. Bahkan, varian Qilin Condensed disebut dapat mencapai 1.500 kilometer untuk mobil sedan tertentu.
CATL
+1
Angka tersebut tentu menarik perhatian, terutama karena jarak tempuh menjadi salah satu faktor yang menentukan kenyamanan penggunaan kendaraan listrik.
Meski demikian, klaim 1.000 kilometer tidak berarti setiap mobil listrik yang menggunakan baterai CATL otomatis mampu mencapai jarak tersebut dalam kondisi berkendara sehari-hari.
Untuk memahami seberapa besar perkembangan ini, penting melihat teknologi yang digunakan, cara kerja baterai, serta faktor yang menentukan jarak tempuh kendaraan listrik.
CATL dan Perannya dalam Perkembangan Baterai Mobil Listrik
9
CATL merupakan perusahaan teknologi baterai asal Tiongkok yang menjadi salah satu pemain utama dalam industri kendaraan listrik global.
Perusahaan ini mengembangkan dan memproduksi baterai untuk mobil listrik, kendaraan komersial, serta sistem penyimpanan energi.
Perkembangan CATL tidak terlepas dari meningkatnya permintaan kendaraan listrik di berbagai negara. Produsen otomotif membutuhkan baterai yang mampu menyimpan energi lebih besar, memiliki umur pakai panjang, dan dapat diisi dalam waktu singkat.
Tantangan tersebut membuat inovasi baterai menjadi salah satu pusat persaingan industri otomotif.
Mengapa Teknologi Baterai Menjadi Faktor Penting?
Pada mobil berbahan bakar bensin, jarak tempuh dapat ditingkatkan melalui kapasitas tangki dan efisiensi mesin.
Mobil listrik memiliki tantangan berbeda karena energi disimpan dalam paket baterai yang memiliki keterbatasan berat, volume, dan biaya.
Menambah kapasitas baterai memang dapat meningkatkan jarak tempuh, tetapi paket yang lebih besar biasanya menambah bobot kendaraan.
Bobot tambahan tersebut berpotensi meningkatkan konsumsi energi, sehingga sebagian keuntungan kapasitas dapat berkurang.
Karena itu, produsen baterai tidak cukup hanya menambahkan jumlah sel. Mereka juga harus meningkatkan kepadatan energi, efisiensi struktur, kemampuan pengisian, dan pengelolaan suhu.
Di sinilah inovasi CATL menjadi menarik karena perusahaan tersebut mencoba meningkatkan performa melalui kombinasi material dan desain baterai.
Shenxing PLUS, Baterai LFP CATL dengan Jarak Tempuh 1.000 Km
7
Pada 25 April 2024, CATL memperkenalkan Shenxing PLUS dalam ajang Auto China 2024 di Beijing.
Perusahaan menyebutnya sebagai baterai LFP pertama yang menggabungkan kemampuan jarak tempuh lebih dari 1.000 kilometer dengan pengisian supercepat 4C.
Pencapaian tersebut menjadi penting karena baterai LFP secara historis memiliki kepadatan energi lebih rendah dibandingkan beberapa jenis baterai berbasis nikel.
Namun, CATL berhasil meningkatkan performa melalui perubahan material elektroda dan struktur paket baterai.
Kepadatan Energi Mencapai 205 Wh/kg
Salah satu angka penting dari Shenxing PLUS adalah kepadatan energi pada tingkat sistem baterai yang mencapai 205 watt-hour per kilogram atau Wh/kg.
Kepadatan energi menunjukkan seberapa banyak energi yang dapat disimpan dibandingkan berat baterai.
Semakin tinggi nilainya, semakin besar potensi energi yang dapat dibawa tanpa harus menambah bobot secara proporsional.
Untuk mencapai angka tersebut, CATL menggunakan teknologi pengaturan partikel pada katoda, material anoda berbentuk sarang lebah tiga dimensi, serta struktur sel yang memanfaatkan ruang internal secara lebih efisien.
Perusahaan juga mengoptimalkan teknologi Cell-to-Pack atau CTP 3.0 sehingga efisiensi pemanfaatan ruang meningkat sekitar 7 persen.
Gabungan perubahan tersebut membantu meningkatkan jumlah energi yang dapat disimpan dalam paket baterai.
CATL
Mengapa LFP Menjadi Pilihan Menarik?
LFP menggunakan lithium iron phosphate sebagai material katoda.
Teknologi ini dikenal memiliki stabilitas termal yang baik dan umumnya menawarkan umur siklus panjang dibandingkan beberapa kimia baterai lithium-ion lainnya.
LFP juga tidak membutuhkan nikel dan kobalt sebagai material aktif katodanya.
Namun, LFP tetap memiliki keterbatasan, termasuk kepadatan energi yang umumnya lebih rendah daripada baterai nickel-rich tertentu.
Inovasi Shenxing PLUS menunjukkan bahwa peningkatan desain dan material dapat membantu memperkecil kesenjangan tersebut.
Qilin Generasi Ketiga: Teknologi CATL yang Semakin Ringan dan Bertenaga
8
Setelah memperkenalkan Shenxing PLUS, CATL terus mengembangkan baterai untuk kendaraan listrik berjarak tempuh panjang.
Pada 21 April 2026, perusahaan tersebut mengumumkan Qilin generasi ketiga dalam acara Super Technology Day di Beijing.
Berbeda dari Shenxing PLUS yang berfokus pada teknologi LFP, Qilin generasi ketiga mengandalkan kepadatan energi tinggi pada tingkat sel untuk mendukung kendaraan listrik premium.
CATL menyebut baterai ini memiliki kepadatan energi sel mencapai 280 Wh/kg, dengan bobot paket sekitar 625 kilogram.
Dengan spesifikasi tersebut, baterai Qilin generasi ketiga diklaim mampu mendukung jarak tempuh 1.000 kilometer sekaligus pengisian supercepat 10C.
Bobot Baterai Lebih Ringan, Apa Keuntungannya?
Menurut CATL, paket Qilin generasi ketiga dapat mengurangi bobot hingga 255 kilogram dibandingkan sistem LFP dengan kemampuan setara yang digunakan sebagai pembanding perusahaan.
Pengurangan bobot memiliki beberapa keuntungan bagi kendaraan listrik.
Mobil yang lebih ringan membutuhkan lebih sedikit energi untuk berakselerasi dan dapat memperoleh peningkatan efisiensi berkendara.
Bobot yang lebih rendah juga dapat membantu performa pengereman, pengendalian, dan distribusi massa kendaraan.
CATL mengklaim teknologi tersebut dapat mengurangi konsumsi energi lebih dari 6 persen dalam skenario perbandingannya.
Meski demikian, hasil sebenarnya tetap bergantung pada desain mobil, karakter motor listrik, kondisi jalan, dan cara pengemudi menggunakan kendaraan.
Kapasitas Kabin Bisa Lebih Lega
Selain mengurangi berat, baterai Qilin generasi ketiga diklaim menghemat ruang sekitar 112 liter dibandingkan sistem pembanding.
Ruang tambahan tersebut dapat dimanfaatkan produsen mobil untuk mengoptimalkan desain lantai kendaraan, ruang kabin, atau komponen lainnya.
Hal ini menunjukkan bahwa inovasi baterai tidak hanya berkaitan dengan jarak tempuh.
Desain paket baterai juga memengaruhi kenyamanan penumpang dan fleksibilitas pengembangan kendaraan.
CATL
CATL Juga Mengembangkan Baterai dengan Jarak Tempuh 1.500 Km
Ketika teknologi 1.000 kilometer mulai mendapat perhatian, CATL memperkenalkan pengembangan lain yang lebih ambisius.
Dalam acara yang sama pada April 2026, perusahaan mengumumkan Qilin Condensed Battery.
Baterai ini diklaim memiliki kepadatan energi sel mencapai 350 Wh/kg dan kepadatan energi volumetrik sebesar 760 Wh/L.
Menurut CATL, teknologi tersebut dapat mendukung jarak tempuh hingga 1.500 kilometer pada mobil sedan tertentu dan lebih dari 1.000 kilometer pada SUV besar.
Apa yang Membuat Qilin Condensed Berbeda?
Qilin Condensed dirancang untuk mencapai kepadatan energi lebih tinggi dengan pendekatan material dan struktur baterai yang lebih maju.
Kepadatan energi tinggi memungkinkan kapasitas penyimpanan yang besar tanpa harus meningkatkan berat paket secara berlebihan.
CATL menyebut bobot paket baterai untuk konfigurasi yang diumumkan dapat dijaga di bawah 650 kilogram.
Namun, angka 1.500 kilometer masih merupakan klaim kemampuan teknologi dalam konfigurasi kendaraan tertentu, bukan jaminan jarak tempuh seluruh mobil yang menggunakan baterai tersebut.
Pengujian independen pada kendaraan produksi tetap penting untuk mengetahui performa sebenarnya.
CATL
+1
Teknologi Fast Charging CATL, Isi Daya 10 Menit Bisa Menambah 600 Km
8
Selain meningkatkan jarak tempuh, CATL juga berupaya mempercepat proses pengisian baterai.
Pada Shenxing PLUS, perusahaan mengklaim pengisian selama 10 menit dapat menambahkan estimasi jarak tempuh hingga 600 kilometer dalam kondisi yang mendukung.
Kemampuan tersebut berkaitan dengan teknologi pengisian 4C.
Istilah C-rate digunakan untuk menggambarkan kecepatan pengisian atau pengosongan baterai relatif terhadap kapasitasnya.
Secara teoritis, baterai yang mampu menerima pengisian 4C dapat menerima daya setara empat kali kapasitas energinya dalam satu jam.
Namun, perhitungan teoritis tersebut tidak berarti seluruh kapasitas baterai dapat diisi dalam tepat 15 menit pada semua kondisi.
Kecepatan pengisian nyata dipengaruhi suhu, tingkat daya awal, kemampuan charger, dan pembatasan yang diterapkan BMS.
Peran Material Elektroda dalam Pengisian Cepat
Saat baterai diisi, ion lithium bergerak melalui elektrolit di antara elektroda.
Proses ini membutuhkan jalur transportasi ion yang efisien agar pengisian berlangsung cepat tanpa menghasilkan panas berlebihan atau mempercepat degradasi.
CATL mengembangkan lapisan konduktif ion lithium, modifikasi material, serta teknologi pelapisan berskala nano untuk mendukung pergerakan ion.
Perusahaan juga memperbesar kemampuan penghantaran arus pada terminal baterai.
Pada bagian perangkat lunak, algoritma BMS digunakan untuk memperkirakan kondisi baterai dan mengatur arus pengisian secara dinamis.
Kombinasi pendekatan material, struktur, dan kontrol elektronik inilah yang memungkinkan peningkatan kecepatan pengisian.
CATL
Apakah Jarak Tempuh 1.000 Km Bisa Dicapai dalam Kondisi Nyata?
Klaim jarak tempuh 1.000 kilometer terdengar sangat menjanjikan. Namun, angka tersebut perlu dipahami dalam konteks metode pengujian kendaraan.
Jarak tempuh mobil listrik biasanya dinyatakan berdasarkan siklus pengujian tertentu, seperti CLTC di Tiongkok, WLTP di Eropa, atau EPA di Amerika Serikat.
Setiap metode menggunakan pola kecepatan, akselerasi, dan kondisi pengujian yang berbeda.
Karena itu, angka yang dihasilkan tidak selalu sama.
Pengaruh Kecepatan dan Kondisi Jalan
Ketika mobil melaju pada kecepatan tinggi, hambatan udara meningkat secara signifikan.
Hal tersebut membuat konsumsi energi per kilometer dapat lebih besar dibandingkan berkendara pada kecepatan sedang.
Tanjakan, muatan kendaraan, tekanan ban, suhu lingkungan, dan penggunaan pendingin udara juga memengaruhi konsumsi energi.
Misalnya, sebuah mobil yang memiliki klaim jarak tempuh 1.000 kilometer dalam pengujian standar belum tentu mampu menempuh jarak yang sama ketika melaju terus-menerus di jalan tol.
Karena itu, klaim CATL sebaiknya dipahami sebagai kemampuan yang ditargetkan pada konfigurasi kendaraan dan kondisi pengujian tertentu.
Untuk pembeli kendaraan, angka jarak tempuh resmi dari model mobil yang menggunakan baterai tersebut lebih relevan dibandingkan klaim teknologi baterainya saja.
Perbandingan Teknologi Baterai CATL
Berikut gambaran beberapa teknologi yang telah diumumkan CATL, dengan spesifikasi berdasarkan klaim perusahaan.
| Teknologi baterai | Klaim jarak tempuh | Keunggulan utama |
|---|---|---|
| Shenxing PLUS (2024) | Lebih dari 1.000 km | LFP, pengisian 4C |
| Shenxing Gen 2 (2025) | 800 km | Pengisian puncak 12C |
| Qilin Gen 3 (2026) | 1.000 km | 280 Wh/kg pada tingkat sel, 10C |
| Qilin Condensed (2026) | Hingga 1.500 km pada sedan tertentu | 350 Wh/kg pada tingkat sel |
Angka berasal dari pengumuman CATL dan tidak semuanya menggunakan konfigurasi kendaraan atau dasar pengukuran kepadatan energi yang identik.
CATL
+2
Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa CATL tidak hanya mengejar satu tujuan.
Sebagian baterai dikembangkan untuk keseimbangan antara biaya, stabilitas, dan jarak tempuh. Sementara itu, teknologi lainnya lebih menekankan kepadatan energi tinggi atau kemampuan pengisian ekstrem.
Strategi ini memberi produsen mobil lebih banyak pilihan sesuai kebutuhan kendaraan yang mereka kembangkan.
Bagaimana dengan Baterai Sodium-Ion CATL?
5
Selain baterai lithium-ion, CATL juga mengembangkan teknologi sodium-ion melalui produk bernama Naxtra.
Baterai ini menggunakan ion natrium sebagai pembawa muatan, berbeda dari baterai lithium-ion yang menggunakan ion lithium.
Natrium merupakan unsur yang relatif melimpah sehingga menarik untuk pengembangan sistem penyimpanan energi dengan ketergantungan bahan baku yang lebih beragam.
Pada April 2025, CATL memperkenalkan Naxtra untuk kendaraan penumpang dengan kepadatan energi 175 Wh/kg dan klaim jarak tempuh sekitar 500 kilometer.
Teknologi ini juga dikembangkan untuk mempertahankan performa pada suhu sangat rendah.
Apakah Sodium-Ion Bisa Menggantikan Lithium-Ion?
Sodium-ion menawarkan sejumlah potensi keuntungan, terutama dari sisi ketersediaan material dan karakteristik tertentu pada suhu rendah.
Namun, kepadatan energinya masih menjadi tantangan dibandingkan baterai lithium-ion berenergi tinggi.
Karena itu, sodium-ion tidak otomatis menjadi pengganti seluruh jenis baterai lithium-ion.
CATL justru mengembangkan beberapa kimia baterai secara bersamaan agar setiap teknologi dapat digunakan pada kebutuhan kendaraan yang paling sesuai.
CATL
Dampak Teknologi CATL bagi Industri Mobil Listrik Indonesia
Perkembangan baterai berjarak tempuh panjang memiliki arti penting bagi pasar kendaraan listrik Indonesia.
Salah satu kekhawatiran calon pembeli mobil listrik adalah keterbatasan jarak tempuh, terutama ketika melakukan perjalanan antarkota.
Dengan kapasitas baterai dan efisiensi yang terus meningkat, kendaraan listrik berpotensi menjadi lebih fleksibel untuk perjalanan jauh.
Namun, manfaat teknologi tersebut tetap bergantung pada harga kendaraan, ketersediaan model, infrastruktur pengisian, dan layanan purnajual.
Apakah Mobil Listrik dengan Jarak Tempuh 1.000 Km Akan Semakin Terjangkau?
Belum tentu dalam waktu dekat.
Baterai dengan kepadatan energi sangat tinggi memerlukan teknologi material dan proses produksi yang kompleks.
Pada tahap awal, teknologi baru sering digunakan pada kendaraan premium sebelum biaya produksinya dapat ditekan.
Selain itu, produsen mobil harus menyeimbangkan kebutuhan jarak tempuh dengan harga, bobot, dan kapasitas pengisian.
Bagi sebagian pengguna, mobil listrik dengan jarak tempuh lebih pendek tetapi harga terjangkau dan pengisian cepat mungkin justru lebih sesuai untuk kebutuhan sehari-hari.
Artinya, baterai 1.000 kilometer bukan satu-satunya ukuran keberhasilan teknologi kendaraan listrik.
Era Mobil Listrik Jarak Jauh Semakin Dekat
Perjalanan teknologi baterai CATL menunjukkan perubahan besar dalam industri kendaraan listrik.
Shenxing PLUS membuka jalan bagi baterai LFP dengan klaim jarak tempuh lebih dari 1.000 kilometer, sementara Qilin generasi ketiga menawarkan kombinasi kepadatan energi tinggi, bobot lebih ringan, dan pengisian cepat.
Pengembangan Qilin Condensed bahkan membawa klaim jarak tempuh hingga 1.500 kilometer untuk sedan tertentu.
Namun, angka-angka tersebut tetap perlu dibedakan dari hasil pengujian kendaraan produksi dalam kondisi penggunaan nyata.
Tantangan berikutnya bukan hanya membuat baterai mampu menyimpan lebih banyak energi, tetapi juga memastikan teknologi tersebut aman, tahan lama, dapat diproduksi secara efisien, dan tersedia dengan harga yang masuk akal.
Bagi pengguna mobil listrik, kemajuan ini memberikan gambaran masa depan yang menarik. Perjalanan antarkota tanpa sering berhenti mengisi daya semakin mungkin diwujudkan, sementara teknologi fast charging terus memperpendek waktu tunggu.
Jika inovasi material, desain baterai, dan infrastruktur pengisian berkembang bersama, mobil listrik berjarak tempuh panjang berpotensi menjadi pilihan yang semakin praktis bagi lebih banyak orang.
Referensi
CATL. (25 April 2024). CATL Unveils Shenxing PLUS, Enabling 1,000-km Range and 4C Superfast Charging. Pengumuman resmi mengenai baterai Shenxing PLUS, kepadatan energi 205 Wh/kg, dan kemampuan pengisian cepat. https://www.catl.com/en/news/6239.html
CATL. (21 April 2025). Naxtra Battery Breakthrough & Dual-Power Architecture: CATL Pioneers the Multi-Power Era. Informasi teknologi Naxtra sodium-ion, Freevoy Dual-Power, dan Shenxing generasi kedua. https://www.catl.com/en/news/6401.html
CATL. (21 April 2026). CATL Unveils Six Major Innovations: Multi-Chemistry Systems to Redefine New Energy Mobility Experience. Spesifikasi Qilin generasi ketiga, Qilin Condensed, dan pengembangan teknologi baterai terbaru. https://www.catl.com/en/news/6811.html
CATL. (2026). Company Profile. Profil perusahaan, perkembangan teknologi, serta lini produk baterai kendaraan listrik dan penyimpanan energi. https://www.catl.com/en/about/profile/
Financial Times. (21 April 2026). CATL Claims 6-Minute Charge and 1,500km Range for New Electric Vehicle Batteries. Liputan perkembangan teknologi baterai CATL dan persaingan inovasi baterai kendaraan listrik. https://www.ft.com/content/1773de37-2595-4d9f-9536-dbe03ff1f8d3
PR Newswire Indonesia. (23 April 2026). CATL Perkenalkan Enam Inovasi Utama, Dorong Mobilitas Energi Baru dengan Sistem Multi-Kimia. Rilis resmi berbahasa Indonesia mengenai inovasi baterai CATL tahun 2026. https://www.prnewswire.com/id/rilis-berita/catl-perkenalkan-enam-inovasi-utama-dorong-mobilitas-energi-baru-dengan-sistem-multi-kimia-302751493.html


