
BYD Resmikan Pabrik Subang, Kapasitas 150.000 Unit per Tahun
Ringkasan: BYD resmi mengoperasikan pabrik kendaraan energi barunya di Subang Smartpolitan Industrial Park pada 3 September 2026. Fasilitas seluas 126 hektare ini berkapasitas 150.000 unit per tahun dan menjadi pabrik BYD ke-13 secara global, sekaligus basis produksi lokal pertama merek ini di Indonesia setelah dua tahun mengandalkan unit impor utuh (CBU).
Apa itu Pabrik BYD Subang?

Pabrik BYD Subang adalah fasilitas manufaktur kendaraan energi baru (NEV) pertama milik BYD di Indonesia, berlokasi di Subang Smartpolitan Industrial Park, Jawa Barat. Fasilitas seluas 126 hektare ini resmi beroperasi pada 3 September 2026 dengan kapasitas produksi hingga 150.000 unit kendaraan per tahun, mencakup proses stamping, welding, painting, hingga assembly secara terintegrasi.
Mengapa Peresmian Pabrik Ini Penting di 2026?

Peresmian pabrik ini menandai pergeseran strategi BYD di Indonesia, dari sepenuhnya mengandalkan unit impor utuh (CBU) selama lebih dari dua tahun menjadi produsen dengan basis manufaktur lokal. Vice President BYD Co Ltd sekaligus General Manager BYD Asia Pacific Auto Sales Division, Liu Xueliang, menyebut seluruh tahapan utama produksi mobil — mulai stamping, welding, painting, sampai assembly — kini telah dipindahkan 100 persen ke Indonesia.
Fasilitas ini tercatat sebagai pabrik produksi BYD ke-13 secara global, dan diresmikan langsung oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bersama Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan. Turut mendampingi Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, jajaran Forkopimda Jawa Barat, serta Bupati Subang Reynaldi Putra Andita Budi Raemi, menurut laporan Antara.
Bagi pemerintah, kehadiran pabrik ini diharapkan memperkuat struktur industri nasional lewat peningkatan penggunaan komponen dalam negeri, sejalan dengan pertumbuhan pasar kendaraan energi baru di Tanah Air.
Data Kunci Pabrik BYD Subang

| Metrik | Nilai |
| Luas lahan | 126 hektare |
| Kapasitas produksi | 150.000 unit/tahun |
| Tanggal peresmian | Kamis, 3 September 2026 |
| Urutan pabrik global BYD | Ke-13 |
| Waktu konstruksi | ~20 bulan |
| Tenaga kerja saat ini | Lebih dari 5.000 orang |
| Target tenaga kerja penuh | Lebih dari 20.000 orang |
| Nilai investasi | Rp16 triliun menurut JPNN; Rp11,7 triliun menurut IDN Times (angka berbeda antarsumber, belum ada rilis resmi tunggal dari BYD) |
| Model pertama diproduksi | BYD M6 DM |
Tahapan Produksi di Pabrik BYD Subang

Menurut penjelasan Liu Xueliang, fasilitas ini sudah mengintegrasikan seluruh tahapan utama produksi kendaraan:
- Stamping: pembentukan panel bodi kendaraan dari lembaran logam.
- Welding: penyambungan panel-panel bodi menjadi struktur kendaraan utuh.
- Painting: pengecatan bodi kendaraan.
- Assembly: perakitan akhir komponen menjadi unit kendaraan siap jual.
Dengan keempat tahapan ini berjalan di satu lokasi, BYD mengklaim 100 persen proses produksi kendaraannya untuk pasar Indonesia kini dilakukan secara lokal, bukan lagi impor utuh dari luar negeri.
Momen Simbolis: Roll-Off Unit Lokal ke-100.000

Peresmian pabrik ini bertepatan dengan roll-off BYD M6 DM sebagai unit ke-100.000 yang diproduksi secara lokal di Indonesia. Kap kendaraan tersebut ditandatangani secara simbolis oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan, menurut laporan Beritakota. Selain M6 DM dan M6 EV yang menjadi model produksi lokal, sejumlah model impor BYD turut dipajang dalam acara peresmian, di antaranya Atto 1, Atto 3, Seal, Dolphin, dan Sealion 7.
Konteks Bisnis BYD di Indonesia dan Global

BYD pertama kali masuk pasar Indonesia pada Januari 2024 dan sejak itu memperluas jaringan penjualan serta layanannya secara bertahap. Secara global, sepanjang Januari–Agustus 2026 BYD membukukan penjualan 2,6 juta unit, dengan total penjualan kumulatif kendaraan energi baru mencapai 17,8 juta unit, menurut data yang dikutip sejumlah media nasional.
Dengan basis produksi lokal di Subang, Indonesia diposisikan BYD bukan hanya sebagai pasar, tetapi juga sebagai simpul manufaktur yang berpotensi menjadi basis ekspor ke kawasan Asia Tenggara — meski klaim ini masih berupa proyeksi dari pemberitaan awal peresmian, bukan target resmi yang diumumkan dengan tenggat waktu.
Baca Juga Dark Factory: Efisiensi Energi dan Strategi Cuan dari Pabrik Tanpa Lampu
FAQ — Pabrik BYD Subang
Apa itu pabrik BYD Subang?
Pabrik BYD Subang adalah fasilitas manufaktur kendaraan energi baru seluas 126 hektare di Subang Smartpolitan Industrial Park, Jawa Barat, yang resmi beroperasi 3 September 2026 dengan kapasitas 150.000 unit per tahun.
Kapan pabrik BYD Subang diresmikan dan siapa yang meresmikan?
Pabrik ini diresmikan pada Kamis, 3 September 2026, oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bersama Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan.
Berapa tenaga kerja yang diserap pabrik BYD Subang?
Saat ini pabrik telah menyerap lebih dari 5.000 tenaga kerja lokal, dengan target lebih dari 20.000 pekerja ketika beroperasi pada kapasitas maksimal.
Ditulis oleh Tim Redaksi Pana Industrial. Data dihimpun dari Kompas.com, Antara, JPNN, Liputan6, IDN Times, Motomobinews, Beritakota, dan Surabaya Inside.


